Selasa, 07 Juni 2016

Perang Qadisiyah Tahun 14 Hijriyah


Setelah kabar kekalahan kaum muslimin pada perang jembatan  sampai ke Madinah, Umar bin Al Khaththab radhiyallahu ‘anhu menyemangati tentara Islam untuk berjuang di Irak dan Persia. Umar sendiri membentuk pasukan di luar kota Madinah, sehingga banyak sekali kaum muslimin yang ikut bergabung untuk berjihad. Umar berkeinginan memimpin sendiri pasukan perang tersebut, tetapi beberapa sahabat memintanya untuk tetap tinggal di Madinah dan mengutus Sa’ad bin Abi Waqqash. Mereka meminta Umar untuk tetap tinggal di Madinah, agar dia mampu mengirimkan bantuan ke Iraq atau daerah lainnya, jika itu diperlukan.[1]


Setelah adanya perintah, sempurnalah mandate kepada Sa’ad bin Abi Waqqash untuk memimpin pasukan berjihad di Iraq. Umar juga memberikan perintah kepada sisa tentara Islam yang masih ada di Iraq di bawah pimpinan Al Mutsanna untuk bergabung di bawah pimpinan Sa’ad.[2]

Akhirnya Sa’ad sampai ke Iraq dengan membawa 4 ribu orang pasukan. Jarir bin Abdullah Al Bajali radhiyallahu ‘anhu lalu bergabung dengan tentara kaum muslimin, sedangkan Mutsanna bin Haritsah meninggal dunia karena lukanya sebelum Sa’ad sampai ke Iraq. Namun, sebelum meninggal dunia Al Mutsanna radhiyallahu ‘anhu telah meninggalkan pesan penting untuk Sa’ad, tentang bagaimana memerangi Persia dan jalan terbaik untuk mengalahkan mereka.[3]
Sa’ad bersama tentara Islam lalu mendirikan kemah di daerah Al Qadasiyah selama hampir satu bulan, sehingga jumlah pasulan mencapai sekitar 30 ribu orang mujahidin. Persia pun telah mempersiapkan pasukannya hingga mencapai jumlah sekitar 120 ribu pasukan. Raja Persia juga telah memilih jenderalnya yang terkenal, Rustum untuk memimpin pasukan melawan tentara Islam. Rustum  dan Raja Persia berusaha memberikan ampunan kepada Sa’ad tetapi Sa’ad tetap bertahan memimpin tentara Islam. Melihat hal itu, Rustum pun bergerak hingga mendekati perkemahan tentara Islam di Al Qadasiyah.[4]
Berlangsunglah beberapa kali perundingan antara tentara Islam dan pasukan Persia, sebelum perang meletus. Rustum meminta tentara Islam untuk mengirimkans eorang utusan untuk berunding dengannya secara langsung. Utusan yang dikirimkan oleh Islam adalah Rib’i bin Amir yang terkenal sebagai perunding dari kubu kaum muslimin. Dalam melakukan pertemuan itu, Rustum melakukan beberapa persiapan, antara lain, menyiapkan singgasananya yang dibanggakan, dan menghiasinya dengan bantal-bantal yang dipoles dengan emas dan sutra. Dia juga memamerkan perhiasannya, meletakkan beragam perhiasan yang dibentangkannya dan dilingkari emas dan perak. Rustum lalu duduk ditengah-tengah perhiasan itu di atas ranjang dari emas.
Rib’i menemui Rustum dengan baju yang sudah lusuh dan bertambal, membawa pedang dengan santun dan menaiki seekor kuda kecil. Ketika Rib’i sampai ke tempat Rustum, dia masuk dengan mengendarai kudanya sehingga kuda itu menginjak kain-kain sutra itu, lalu dia mencabut (mengambil) sedikit kain sutra yang terbentang itu dan mengikatkannya ke kudanya, setelah itu dia menghadap kepada Rustum sambil membawa pedang kecilnya.
Orang Persia itu lalu berkata, “Letakkan pedangmu!” Rib’i  menjawab, “Aku datang bukan dengan keinginanku sendiri, tetapi ini atas undangan kalian. Maka biarkanlah aku sesukaku, atau aku akan kembali pulang!” Rustum lalu memerintahkan bawahannya untuk membiarkan Rib’i. Rib’i  menhadap Rustum sambil bersandar pada tombak yang ditancapkan di atas karpet dan bantal itu, sehingga sebagian bantal itu rusak. Lalu Rustum mulai berbicara, “Apa yang membuat kalian (kaum muslimin) datang kemari?” Rib’i menjawab, “Allah telah memerintahkan kami untuk mengeluarkan orang yang Allah kehendaki, dari penyembahan terhadap makhluk menuju penyembahan kepada Allah. Dan untuk mengeluarkan manusia dari sempitnya dunia menuju keluasannya. Untuk mengeluarkan manusia dari kezhaliman agama-agama yang ada menuju keadilan Islam. Maka kami diutus dengan Agama-Nya kepada mahluk-Nya, agar kami menyeru mereka kepada agama-Nya. Jika mereka mau menerima Islam, maka kamu pun menerima mereka dan meninggalkan mereka (tidak memerangi mereka). Akan tetapi jika mereka menolak, kami pun akan tetap memerangi mereka hingga kami mendapatkan janji Allah.”
Rustum berkata, “Apa yang telah dijanjikan oleh Allah?” Rib’i menjawab, “Surga bagi mereka yang meniggal ketika memerangi mereka yang menolak, dan kemenangan bagi mereka yang hidup.” Rustum berkata, “Apakah kalian dapat menunda masalah ini (perang) sampai kami mempertimbangkannya?” Rib’i menjawab, “Baiklah, kami akan memberi tenggang kepada kalian selama tiga hari.” Lalu Rustum memintanya lebih dari tiga hari. Maka Rib’i berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah mengajari kami untuk memberi waktu tenggang kepada musuh lebih dari tiga hari.” Kemudian Rustum berkata kepada Rib’i, “Apakah kamu jenderal kaum muslimin?” Rib’i menjawab, “Tidak, aku bukan jenderalnya, tetapi kaum muslimin itu seperti satu tubuh, bagian bawahnya bersatu dengan bagian atasnya.” Setelah itu Rustum mengumpulkan komandan perangnya, dia mendiskusikan apa yang dikatakan oleh Rib’i kepada mereka.  Akhirnya mereka memutuskan untuk perang melawan tentara Islam, mereka tidak mau memeluk Islam, atau membayar jizyah (pajak). Dua belah pihak pun akhirnya bersiap-siap untuk melangsungkan pertempuran.”[5]
Berkecamuklah peperangan yang sengit antara tentara Islam dan pasukan Persia, namun ketika itu Sa’ad bin Abi Waqqash  terkena penyakit bisul yang menjadikannya tidak mampu mengendarai kuda, untuk itu dalam mengontrol tentara kaum muslimin, Sa’ad memberikan komando dari atap sebuah rumah.[6]
Pasukan Persia pada perang ini telah menyiapkan sejumlah gajah karena keefektifannya pada perang jembatan sebelumnya, yang membawa kemenangan di pihak mereka. Pada hari pertama, gajah berhasil memberikan dampak positif bagi pasukan Persia, karena kuda-kuda tentara Islam menjadi takut dan tidak berani untuk bergerak maju.
Oleh sebab itu, beberapa tentara Islam pemberani bergerak maju dengan berjalan kaki, tanpa tunggangan kuda. Mereka pun berhasil, meskipun itu sangat membahayakan diri mereka, mereka dapat menjatuhkan penunggang-penunggang gajah dan para komandonya. Dengan demikian, gajah-gajah itu tercerai berai sehingga pengaruhnya terhadap tentara Islam berkurang. Korban jatuh dari pihak Islam di hari pertama perang berjumlah lebih dari 500 orang syahid, dan hari pertama perang tersebut dijuluki sebagai hari Armats.[7]
Pada pagi hari berikutnya, atau hari kedua peperangan, datanglah bantuan dari tentara Islam yang bergerak dari negeri Syam atau perintah Umar bin Al Khaththab Radhiyallahu ‘anhu. Tentara Islam tersebut dipimpin oleh Hasyim bin Utbah bin Abu Waqqash radhiyallahu ‘anhu. Pasukan tersebut dikepalai oleh Al Qa’qa bin Amr At Tamimi. Al Qa’qa’ membagi pasukannya ke dalam kelompok-kelompok berisi sepuluh orang tentara. Tujuannya agar pada setiap serangan yang telah ditentukan waktunya, jumlah pasukannya tetap. Mereka sengaja menerbangkan debu yang banyak, agar menjadikan musuh mengira bahwa jumlah tentara Islam sangat banyak. Kedatangan bantuan yang datang secara beransur-ansur dan memerlukan waktu yang lama, telah menjadikan pasukan Persia takut. Dilain pihak, tekad tentara Islam semakin kuat. Keuntungan psikologis tersebut memungkinkan Al Qa’qa dan pasukannya untuk masuk ke tengah-tengah medan perang dan memudahkannya membunuh beberapa pemimpin besar Persia. Untuk menhindari debu yang berterbangan, tentara Islam mengikatkan diri dengan unta-unta yang mereka naiki. Mereka menutupi unta mereka dengan kantong dan mengarahkan unta-unta ke arah kuda-kuda pasukan Persia. Pasukan Persia pun berlarian. Pada hari itu tanda-tanda kemenangan tentara Islam telah terlihat. Hari itu kemudian disebut dengan hari Agwats (bala bantuan), karena bantuan untuk tentara Islam telah datang.[8]
Pada pagi hari berikutnya, yaitu hari ketiga peperangan, atau hari Umas, dimulailah perang untuk kesekian kalinya antara tentara Islam dan pasukan Persia. Pada hari itu, pasukan Persia kembali memanfaatkan tenaga gajah. Gajah-gajah tersebut berhasil melukai banyak tentara Islam. Akan tetapi para pemberani dari tentara Islam tetap kokoh menyerang kawanan gajah tersebut dan melawannya. Mereka menyerang mata gajah dan belalainya, sehingga gajah-gajah tersebut lari meninggalkan medan perang. Pada hari ini, mulailah kubu Islam lebih unggul setelah tentara Islam diuji dengan ujian yang baik. Menjelang malam, perang masih sengit berkecamuk, sehingga perang pun terus bergulir dalam kegelapan malam. Tentara Islam pun terus menyerang seperti perjuangan para pahlawan. [9] Tidak ada yang terdengar pada malam itu, kecuali suara pedang beradu. Malam itu lalu dikenal sebagai malam (Al Harir).[10] Tentara Islam pun mendapatkan ujian yang baik. Fajar pun menyingsing, tetapi perang tak kunjung selesai sehingga waktu dzuhur tiba, ketika pasukan Persia mulai melarikan diri dari medan perang. Tak terkecuali Rustum, sang pemimpin pasukan Persia, turut berusaha lari untuk menyelamatkan diri, nama usaha Rustum gagal, karena seorang tentara Islam pemberani mengejarnya dan membunuhnya. Pemimpin-pemimpin pasukan Persia yang lain pun turut terbunuh. Diakhir perang, kemenangan telah menemani tentara Islam. [11]
Perang ini adalah perang terpenting yang melibatkan pasukan Persia dan tentara Islam, karena dalam perang tersebut, tergabung pasukan terbaik Persia. Kekalahan yang diderita Persia ini memberikan efek yang sangat besar terhadap hancurnya keyakinan yang dimiliki Persia. Setelah perang tersebut tentara Islam mampu merebut kembali daerah-daerah yang dikuasai oleh Persia, setelah sempat dikuasai Islam. Tentara Islam pun sudah bisa mempersiapkan pembebasan kota-kota lain. Dari perang ini pula tentara Islam berhasil memperoleh banyak sekali ghanimah dan senjata yang dapat dimanfaatkan untuk membuka daerah baru.

Dikutip dari: Penaklukan Dalam Islam, DR.Abdul Aziz bin Ibrahim Al Umari, Penerbit Darussunnah
Note:

[1] Al Baladziri, Futuh Al Buldan 255. Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/83, Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/450
[2] Khalifah ibn Khayyath, Tarikh Khalifah Ibn Khayyath 129. Al Baladziri, Futuh Al Buldan 255. Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/83, Ibn A’tsam Al Kufi, Al Futuh 1/73, Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/451
[3] Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/88, Lihat pula: Khalifah ibn Khayyath, Tarikh Khalifah Ibn Khayyath 129, Al Baladziri, Futuh Al Buldan 256, Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/86, Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/451
[4] Al Baladziri, Futuh Al Buldan 256, Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/81
[5] Lihat lebih detail cerita mengenai Rib’i  bin Amir bersama Rustum dalam kitab Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/106, Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/463
[6] Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/113
[7] Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/119, Al MAs’udi, Muruj Adz Dzahab 2/321, Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/469
[8] Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/120, Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/473, Ibn A’tsam Al Kufi, Al Futuh 1/161
[9] Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/124, Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/477
[10] Ath Thabari, Tarikh Ath Thabari 4/132, Ibn Al Atsir, Al Kamil 2/479
[11] : Khalifah ibn Khayyath, Tarikh Khalifah Ibn Khayyath 132, Al Baladziri, Futuh Al Buldan 259

Artikel: www.KisahIslam.net

Senin, 30 Mei 2016

Udang Di Balik Jubah Bangsa JIN

Sepanjang sejarah Islam, orang-orang munafiq dan juga para modifikator sunnah-sunnah Nabi ‘alaihissalam, telah menjadi biang utama kemunduran dan kekalahan Ummat Islam.
Kaum munafiq telah membuktikan peran keji mereka terhadap kaum muslimin, semisal yang terjadi pada saat jatuhnya kota Baghdad, ibu kota Baghdad ibu kota Khilafah Abbasiyah, ke tangan kaum Tar-tar, yaitu pada tahun 656 H.

Pada awalnya kaum Tar-tar merasa gentar untuk menyerbu kota Baghdad. Namun setelah terjadi korespondensi antara mereka dengan salah seorang seorang tokoh Syi'ah, yang bernama Wazir Muayyiduddin Muhammad bin Ahmad Al Qummy, maka merekapun memberanikan diri untuk menyerbu kota Baghdad. Kebetulan kala itu pengkhinata yang beragama Syi’ah ini berhasil menyusup ke dalam selimut Ummat Islam dan menjabat sebagai salah seorang pejabat tinggi di dinasti Abbasiyyah.
Akibat dari persekongkolan ini akhirnya terjadilah lembaran pilu yang panjang lebar, yaitu runtuhnya dinasti Abbasiyah. Demikian dikisahkan oleh Imam Ibnu Katsir dalam kitabnya Al Bidayah wa An Nihayah, jilid 13, hal: 213
Sebelumnya, sejarah kaum muslimin juga telah membuktikan bahwa orang-orang Syi’ah juga telah melancarkan perkhianatan keji lainnya. Lagi –lagi lembaran sejarah Islam telah dinodai oleh perbuatan keji sekte Qaramithah, yaitu salah satu sekte yang berafiliasi kepada sekte Syi’ah.
Dibawah kepemimpinan Abu Thahir Al Qirmith, mereka membantai kafilah-kafilah jama'ah haji, merampas seluruh harta perbekalan mereka.
Lebih mengenaskan lagi, pada musim haji tahun 317 H, mereka menyerang kota Makkah, dan membantai jamaah haji, kemudian membuang mayat-mayat mereka ke sumur Zam-zam. Belum cukup sampai di sini, salah seorang dari mereka mencongkel hajar aswad, sambil berkata: "Dimanakah burung Ababil?! Dimanakah bebatuan dari Sijjil?!( )
Lalu mereka membawa pergi Hajar Aswab ke kampung halaman mereka di daerah Bahrain.
Selama 22 tahun, Hajar Aswad berada dalam kekuasan mereka, sehingga selama itu pula, ketika berthawaf mengelilingi Ka'bah, kaum muslimin tidak dapat mencium Hajar Aswad. Demikian Imam Ibnu Katsir mengisahkan kisah pengkhianatan mereka, dalam kitabnya Al Bidayah wa An Nihayah, oleh Imam Ibnu Katsir 11/172
Nampaknya, inilah salah satu alasan mengapa bangsa JIN, dan yang serupa dipelihara, guna mengemban tugas melemahkan kekuatan kaum muslimin, serta mengobarkan perpecahan di tengah-tengah mereka.
Sebagaimana mereka juga bertugas menjalankan pengabdian kepada cukong-cukong mereka yang telah menggelontorkan dana besar-besaran kepada mereka, yaitu bangsa JIN, agar program salibisasi di bumi Nusantara, dapat melenggang dengan kencang.
Ya Allah, kami beriman kepada firman-Mu:
وَمَكَرُواْ وَمَكَرَ اللّهُ وَاللّهُ خَيْرُ الْمَاكِرِينَ
Orang-orang kafir itu membuat tipu daya, dan Allah membalas tipu daya mereka itu. Dan Allah sebaik-baik pembalas tipu daya. (Ali Imran 54)

sumber : ustadz Dr Muhammad Arifin Badri

Senin, 23 Mei 2016

Download Fantasy Adventure Online Version Offline

Saya akan sharing salah satu game buatan saya.

TERMS
Dengan mengunduh, menginstall, menggunakan, maupun menyebarkan file yang ada dalam web ini, berarti anda telah membaca dan menyetujui Terms Of Service dan semua aturan yang berlaku pada website ini. Jika anda tidak menyetujui ketentuan dan aturan yang berlaku dalam website ini, maka jangan mengunduh, menginstall, menggunakan, maupun menyebarkan file-file yang ada dalam website ini.



File Name : FAO Offline V.2.exe
Size :108 MB
 Download



Petunjuk Instalasi versi Full Client:
Jalankan file FAO Offline V.2.rar untuk melakukan extract.
Pilih folder yang diinginkan, misal C:\Installer
Baca Tutorial Play.txt untuk petunjuk bermain Fantasy Advanture Online Offline.

Minggu, 22 Mei 2016

Cara Membuat File Installer

Hallo sobat . Kalian pastinya sering kan meng install program atau yang lainnya. Saat meng install sobat akan buka installer-nya kan ? Itu lho yang berekstensi exe (.exe)

Nah kali ini kami akan men-sharing bagaimana caranya membuat installer itu, caranya mudah. Ada dua cara yaitu menggunakan Inno Setup Compiler dan Winrar.



Inno Setup Compiler


1.   Download software Inno Setup Compiler di SINI.
2.   Install seperti biasa.
3.   Buka aplikasinya dan pilih "Create a new empty script file" (Ctrl + N).
      Lalu Klik Next.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas


4.   Lalu isikan tentang spesifik program.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

5.   Biarkan default isi destinasi program.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

6.   Pilih Tempat aplikasi yang ingin di jadikan installer.
      -Kalau yang ingin di jadikan Installer adalah File Program Berformat (.exe) atau yang lainnya
       pilih "Browse" saja.

      -Kalau yang ingin di jadikan Installer adalah Folder Chek Box "The application doesn't have a           main executable file".
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

7.   Lalu ada beberapa futur saat installer terbuka next saja (kalau yang lain di chek box juga gpp).
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

8.   Bagian ini adalah bagian tentang program tersebut yaitu License, Informasi sebelum instalasi,             Informasi sesudah instalasi.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

9.   Bagian selanjutnya adalah futur tentang bahasa pada program Instaler yang akan di buat.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

10. Bagian ini adalah tentang basic installer.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

      -"Custom compiler output folder" adalah tempat hasil dari compiler file atau folder yang ingin            di jadikan installer.
      -"Compiler output base file name" adalah nama installer yang nanti akan di buat.
      -"Custom setup icon file" adalah icon file installer.
      -"setup password" adalah password saat instalasi di lakukan.
11. Chek Box saja pada bagian "Yes, use #define compiler directives"
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

12. Dan pembuatan installer siap untuk di compiler, klik saja finish
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas


       Q : Lho ? Kok hasil pembuatan instalernya mana malah tulisan - tulisan gak jelas.
       A : Tenang itu script untuk pembuatan installernya.
       Q : Terus bikin installernya gimana ?
       A : Nih gw kashi tau.

13. Di bagian atas ada gambar Kertas terus ada Compilernya (yang bentuknya kaya gear warna hijau)       klik aja itu dan tunngu sampai selesai.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas


Nah di atas adalah cara membuat installer memnggunakan inno setup compiler.
Yang ini menggunakan WinRar.

Caranya ikutin nih bro... heheh udah bosen yah panjang amat tutorialnya...udah sekali lagi nih
mudah - mudahan bermanfaat lets go...

1. Masuk ke Windows Exploler dan masuk ke Direktory folder yang akan di jadikan setup installer.
2. Block semua file yang ingin di jadikan installer.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

3. Klik kanan, lalu pilih "add to archive...".
4. Pada bagian "update mode" pilih Chek Box "Create SFX archive"
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

5. Lalu menuju Tab "advance" dan pilih "SFX options..." nah di situ ada beberapa fitur yaitu

Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas
"General"
-"Path to extract" menunjukan lokasi dimana file nanti akan disimpan.
-"Setup program" ada dua bagian. Pada bagian "Run after extraction" adalah opsi file yang akan di jalankan saat extract selesai. Pada bagian "Run before extraction" adalah opsi file yang akan di jalankan sebelum extract dilakukan.

"Advance"
-"Delete" yaitu opsi yang akan menghapus file setelah extract dilakukan.
-"Shortut" yautu opsi yang akan membuat shortcut setelah extract.

"Modes"
Berisi Metode Extrack apakah di Ekstrack ke Temporary Folder ataupun Di Extrack secara sembunyi "Silent". Apabila anda memilih Unpack To Temporary Folder  anda dapat membuat Pertanyaan Apakah file akan diekstrack pada Optional Questions dan pada Question Title isikan Judul Pertanyaan sobat. 

Pada tab "Update", text and "Icon", "License", dan "Modul" silahkan dikembangkan sendiri.

6. Setelah setting SFX options selesai klik ok
7. Sobat juka dapat menyeting file installer tersebut dengan mengatur melalui tab Options, File,             Backup, Time,dan juga Comment.
8. Setelah selesai menyetting klik ok untuk melakukan proses pembuatan intaller tersebut.
Tips : Ctrl + Klik gambar bila tidak jelas

9. Selesai deh pembuatan installer nya sob.


 sumber : di sini








NOTE : Lama proses pembuatan istalernya tergantung ukuran file/folder yang ingin di jadikan installer

Musuh Dalam Selimut Bukan Musuh Yang Berselimut

Sobat keberadaan musuh dalam selimut tuh nyata, bahkan jauh-jauh hari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memberikan peringatan akan keberadaan musuh dalam selimut. Bahkan menurut beliau, keberadaan musuh dalam selimut tersebut lebih berbahaya dibanding musuh-musuh yang nyata-nyata kafir, berbeda agama.

Musuh dalam selimut, rupa serupa, perilaku juga terkesan serupa, namun jiwanya tidak sama. Mereka bahagia bila ummat Islam sengsara, dan mereka juga bangga bila orang-orang kafir berjaya atau selamat.

Sahabat Tsauban radliallahu 'anhu menuturkan : Rasulullah e bersabda : “Sesungguhnya Allah telah menggulung bumi dan menunjukkannya kepadaku, sehingga aku dapat melihat bumi belahan timur dan barat. Sesungguhnya kekuasaan ummatku akan sampai ke semua belahan bumi yang tunjukkan untukku. Aku juga diberi dua harta simpanan; satu berwarna kemerahan dan yang lain berwarna putih (kerajaan Persia dan Romawi). Aku memohonkan kepada Tuhanku agar ummatku tidak dibinasakan dengan cara ditimpa paceklik yang merata, dan agar mereka tidak dikuasai oleh musuh yang dapat menghabisi seluruh kekuasaan kaum muslimin, selain musuh dalam selimut, yaitu dari kalangan mereka sendiri. Dan Tuhanku telah berfirman kepadaku :

يا محمد، إنِّي قضيت قضاءً فإنَّه لا يُرَدَّ، وإِنِّي أعطيتك لأمتك أن لا أهلكهم بسنة بعامة، وأن لا يسلِّط عليهم عدوّاً من سوى أنفسهم فيستبيح بيضتهم، ولو اجتمع عليهم مَنْ بأقطارها، حتى يكون بعضهم يهلك بعضاً، ويسبي بعضهم بعضاً
“Wahai Muhammad, sesungguhnya bila Aku telah memutuskan sesuatu keputusan, maka tidak bisa ditolak. Aku telah mengabulkan permintanmu untuk umatmu; agar Aku tidak membinasakan mereka dengan paceklik yang merata, dan agar mereka tidak dikuasai musuh, yang kuasa menghabisi seluruh kekuasaan kaum muslimin, selain musuh dari diri mereka sendiri (musuh dalam selimut). Sekalipun seluruh penduduk dunia bersekongkol memerangi mereka, kecuali bila kaum muslimin telah saling menghancurkan dan memenjarakan sesama mereka sendiri”. (Imam Muslim)
Bahkan Allah Ta’ala telah terlebih dahulu telah memberikan peringatan tersebut, pada firmannya:
وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدْوَّ اللّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لاَ تَعْلَمُونَهُمُ اللّهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لاَ تُظْلَمُونَ
Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan). (Al Anfal 60)
Dua dalil di atas, membuktikan bahwa pola menghancurkan ummat dengan menyusup tuh bukan hal yang baru, dan bukan hal yang aneh bin ajaib. Karenanya, waspada tuh bukan hanya dari musuh yang dari luar saja, tapi waspada dari musuh dalam selimut juga perlu.
Musuh dalam selimut tuh, di siang hari bersama kita namun di malam hari mereka segera menyusun laporan kepada juragannya. Hobi mereka ialah menjadi juru bisik, dan juru usik agar ummat Islam centang berentang dan akhirnya saling gebug dan ujung-ujungnya hancur. Hobinya adu-adu antara ummat Islam, adu ustad, adu kelompok ummat, adu tokoh ummat, dan adu adu lainnya.
Eeh, iya, status ini bukan untuk menghasut dan mengobarkan kecurigaan, namun semata seruan untuk waspada dan membuka mata tentang adanya potensi tukang bisik berbulu musang dan berhati serigala.

sumber: ustadz DR Muhammad Arifin Badri

Jumat, 20 Mei 2016

Kisah Sedih Si Gadis Miskin

Sudah menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini adalah cerita kisah seorang gadis yang bernama Muha. Kisah ini diriwayatkan oleh zaman, diiringi dengan tangisan burung dan ratapan ranting pepohonan.
 
Muha adalah seorang gadis remaja yang cantik. Sebagaimana yang telah kami katakan, sejak kecil ia sudah mengidap penyakit yang kronis. Sejak usia kanak-kanak ia ingin bergembira, bermain, bercanda dan bersiul seperti burung sebagaimana anak-anak yang seusianya. Bukankah ia juga berhak merasakannya?Sejak penyakit itu menyerangnya, ia tidak dapat menjalankan kehidupan dengan normal seperti orang lain, walaupun ia tetap berada dalam pengawasan dokter dan bergantung dengan obat.
Muha tumbuh besar seiring dengan penyakit yang dideritanya. Ia menjadi seorang remaja yang cantik dan mempunyai akhlak mulia serta taat beragama. Meski dalam kondisi sakit namun ia tetap berusaha untuk mendapatkan ilmu dan pelajaran dari mata air ilmu yang tak pernah habis. Walau terkadang bahkan sering penyakit kronisnya kambuh yang memaksanya berbaring di tempat tidur selama berhari-hari.

Selang beberapa waktu atas kehendak Allah seorang pemuda tampan datang meminang, walaupun ia sudah mendengar mengenai penyakitnya yang kronis itu. Namun semua itu sedikit pun tidak mengurangi kecantikan, agama dan akhlaknya…kecuali kesehatan, meskipun kesehatan adalah satu hal yang sangat penting. Tetapi mengapa?
Bukankah ia juga berhak untuk menikah dan melahirkan anak-anak yang akan mengisi dan menyemarakkan kehidupannya sebagaimana layaknya wanita lain?
Demikianlah hari berganti hari bulan berganti bulan si pemuda memberikan bantuan materi agar si gadis meneruskan pengobatannya di salah satu rumah sakit terbaik di dunia. Terlebih lagi dorongan moril yang selalu ia berikan.
Hari berganti dengan cepat, tibalah saatnya persiapan pesta pernikahan dan untuk mengarungi bahtera rumah tangga.
Beberapa hari sebelum pesta pernikahan, calonnya pergi untuk menanyakan pengerjaan gaun pengantin yang masih berada di tempat si penjahit. Gaun tersebut masih tergantung di depan toko penjahit. Gaun tersebut mengandung makna kecantikan dan kelembutan. Tiada seorang pun yang tahu bagaimana perasaan Muha bila melihat gaun tersebut.
Pastilah hatinya berkepak bagaikan burung yang mengepakkan sayap putihnya mendekap langit dan memeluk ufuk nan luas. Ia pasti sangat bahagia bukan karena gaun itu, tetapi karena beberapa hari lagi ia akan memasuki hari yang terindah di dalam kehidupannya. Ia akan merasa ada ketenangan jiwa, kehidupan mulai tertawa untuknya dan ia melihat adanya kecerahan dalam kehidupan.
Bila gaun yang indah itu dipakai Muha, pasti akan membuat penampilannya laksana putri salju yang cantik jelita. Kecantikannya yang alami menjadikan diri semakin elok, anggun dan menawan.
Walau gaun tersebut terlihat indah, namun masih di perlukan sedikit perbaikan. Oleh karena itu gaun itu masih ditinggal di tempat si penjahit. Sang calon berniat akan mengambilnya besok. Si penjahit meminta keringanan dan berjanji akan menyelesaikannya tiga hari lagi. Tiga hari berlalu begitu cepat dan tibalah saatnya hari pernikahan, hari yang di nanti-nanti. Hari itu Muha bangun lebih cepat dan sebenarnya malam itu ia tidak tidur. Kegembiraan membuat matanya tak terpejam. Yaitu saat malam pengantin bersama seorang pemuda yang terbaik akhlaknya.
Si pemuda menelepon calon pengantinnya, Muha memberitahukan bahwa setengah jam lagi ia akan pergi ke tempat penjahit untuk mengambil gaun tersebut agar ia dapat mencobanya dan lebih meyakinkan bahwa gaun itu pantas untuknya. Pemuda itu pergi ke tempat penjahit dan mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi terdorong perasaan bahagia dan gembira akan acara tersebut yang merupakan peristiwa terpenting dan paling berharga bagi dirinya, demikian juga halnya bagi diri Muha.
Karena meluncur dengan kecepatan tinggi, mobil tersebut keluar dari badan jalan dan terbalik berkali-kali. Setelah itu mobil ambulans datang dan melarikannya ke rumah sakit. Namun kehendak Allah berada di atas segalanya, beberapa saat kemudian si pemuda pun meninggal dunia. Sementara telepon si penjahit berdering menanyakan tentang pemuda itu. Si penjahit mengabarkan bahwa sampai sekarang ia belum juga sampai ke rumah padahal sudah sangat terlambat.
Akhirnyai penjahit itu tiba di rumah calon pengantin wanita. Sekali pun begitu, pihak keluarga tidak mempermasalahkan sebab keterlambatannya membawa gaun itu. Mereka malah memintanya agar memberitahu si pemuda bahwa sakit Muha tiba-tiba kambuh dan sekarang sedang dilarikan ke rumah sakit. Kali ini sakitnya tidak memberi Muha banyak kesempatan. Tadinya sakit tersebut seakan masih berbelas kasih kepadanya, tidak ingin Muha merasa sakit. Sekarang rasa sakit itu benar-benar membuat derita dan kesengsaraan yang melebihi penderitaan yang ia rasakan sepanjang hidupnya yang pendek.
Beberapa menit kemudian datang berita kematian si pemuda di rumah sakit dan setelah itu datang pula berita meninggalnya sang calon pengantinnya, Muha.

Demikian kesedihan yang menimpa dua remaja, bunga-bunga telah layu dan mati, burung-burung berkicau sedih dan duka terhadap mereka. Malam yang diangan-angankan akan menjadi paling indah dan berkesan itu, berubah menjadi malam kesedihan dan ratapan, malam pupusnya kegembiraan.
Kini gaun pengantin itu masih tergantung di depan toko penjahit. Tiada yang memakai dan selamanya tidak akan ada yang memakainya. Seakan gaun itu bercerita tentang kisah sedih Muha. Setiap yang melihatnya pasti akan bertanya-tanya, siapa pemiliknya.?

Sumber: Serial Kisah Teladan, Muhammad bin Shalih al-Qahthani, seperti dinukilnya dari Mausu’ah al-Qishshash al-Waqi’iyyah
Artikel: www.KisahIslam.net

Kisah Pilu Anak SD

Kisah ini sungguh mengharukan. Aku berharap ia dapat memberikan pelajaran dan hikmah bagi semuanya. Ini adalah kisah seorang putri yang duduk di sekolah dasar bersama kepala sekolahnya. Sebuah kisah nyata yang terjadi di zaman ini.


Anak ini selalu berangkat ke sekolah setiap hari dengan disiplin tanpa pernah mengenal lelah. Sebenarnya ia juga juga bukanlah seorang siswa yang terlalu menonjol. Tapi ia selalu berusaha keras mengerahkan kemampuannya untuk mendapatkan hasil yang diharapkan. Gadis kecil ini benar-benar berjuang hingga batas puncak kemampuannya.
Tukang bersih-bersih sekolah memperhatikan gadis kecil ini selalu masuk ke sekolah dengan membawa tas yang tidak penuh dengan bawaan, namun selalu pulang dengan tas yang telah penuh dengan bawaan!! Hal itu menarik perhatian si Tukang bersih-bersih tersebut.
Maka selama beberapa pekan, ia terus mengawasi gadis kecil ini dan ia tetap menyaksikan pemandangan yang sama.
Hal itu menyebabkan si Tukang bersih-bersih itu melapor kepada lbu kepala sekolah tentang semua yang dilihatnya. Akibatnya lbu kepala sekolah pun meminta gadis kecil itu untuk menemuinya setelah jam sekolah usai.
Gadis kecil itupun datang dengan tas yang penuh seperti biasanya. lbu kepala sekolah segera memintanya untuk membuka tas itu. la ingin tahu mengapa tas itu bisa penuh. Gadis kecil itupun membuka tasnya.
Menurut Anda, apakah yang ada di dalam tas sekolah gadis kecil itu? Tas itu berisi serpihan-serpihan roti dan sandwich sisa-sisa makanan murid-murid lain yang tersisa! Yah, gadis kecil itu mengumpulkan sisa-sisa makanan itu untuk dibawanya pulang agar bisa dimakan oleh adik-adik kecilnya, oleh ibunya di rumah.
Apakah Anda sudah membayangkan keadaannya? Duhai, segala puji bagi Allah atas semua nikmat dan kesehatan.
Pesanku untuk anda semua, jangan pernah ragu-ragu untuk mengeluarkan sedekah dan zakat anda. Di sana ada banyak sekali orang-orang miskin yang membutuhkan. Aku harap kalian mau berkorban untuk melakukan kebaikan, sebelum semuanya terlambat.


Sumber: Chicken Soup For Muslimah, Qashash Mu’atstsirah Jiddan lil Fatayat, ALi bin Husain Sindi, Penerbit Sukses Publishing